Monday, May 20, 2019

Seputar Filsafat Ilmu : Fenomenologi (Destinasi Yang Mengubah Realitas Sosial)


   


   Ilmu pengetahuan sibuk membahas mengenai kebenaran objektif, sedangkan fenomenologi meletakkan kebenaran pada nilai yang dihidupi subjek, yang di dalamnya terurai pengalaman manusiawi, konflik, rekonsiliasi, kebijaksanaan lokal, kebenaran yang teriorisasi oleh subjek. Didalam bidang pendidikan objektivitas penting untuk siswa, dan  rute subjektivitas mudah dilupakan. Subjektivitas tidak dapat dikalkulasi, tak mungkin distatistik, dan tidak valid bila di rata-rata menurut hitungan matematika.
      Fenomenologi bila dipahami memiliki nota ilmiah yang mengguyur bagai air segar diladang riset yang mengalami musim kering, riset disiplin sosial. Fenomenologi dapat dikatakan Ilmu, menurut Edmund Husserl Fenomenologi tidak bisa dimitologisasikan. Yang artinya Fenomenologi bukan filsafat sejenis kebijaksanaan yang dideklarasikan oleh Sokrates. Fenomenologi itu science seperti ilmu pengetahuan yang mengubah peradaban dunia.
      Alfred Schutz menyebut Fenomenologi itu sebagai Metodologi karena konsepnya menawarkan implikasi prosedural bagaimana kebenaran di raih, lalu realitas di pahami dan pendekatan hidup manusia dengan cara menjadi milik subjek. Dunia pengalaman manusia adalah dunia yang subjektif, tetapi kebenaran yang dihadirkan tidak objektif. Pengalaman manusia merupakan sebuah pengalaman yang halnya menjadi milik dari keseharian. Dan keseharian mendulang nilai kehidupan manusia, artinya perkara subjektivitas kebenaran adalah perkara pengalaman nyata. Fenomenologi meminati terutama dunia pengalaman manusia. Dunia pengalaman manusia adalah dunia sejarah manusia ( Historisitas ). Soren Kierkegaard mengatakan bahwa tokoh sejarah manusia adalah dirinya ( pribadi manusia yang bersangkutan ).
      Manusia dengan pengalamannya adalah komponen tunggal dari yang disebut sejarah. Nilai kehidupan tidak datang dari langit melainkan dari manusia dengan pengalamannya. Filsafat fenomenologi merupakan seni mempertanyakan kemapaman, kedangkalan, dan kesemerawutan yang kerap tidak dirasa, tidak dinyana, sebab fenomenologi ialah filasafat anti kemapanan yan mengedepankan pengalaman manusia bukan formalisme kebenaran. Phenomenological research method adalah metodologi penelitian yang berada dalam ranah pengalaman manusia ( Subjek ). Sebuah kesadaran solidaritas memang bisa muncul dari pengetahuan jumlah penderita. Tetapi yang juga tidak boleh kelewatan ialah pengalaman manusia para penderita. Riset fenomenologis bukan sebuah narasi historis atau catatan pengalaman harian. Riset fenomenologi memiliki kepentingan untuk menguak realitas ( kebijaksanaan ) sosial hingga pada wilayah autentiknya.
      Riset fenomenologi menaruh minat juga pada perkara “ Kearifan Lokal ” dengan arti kesadaran pikiran, perasaan, nilai kebersamaan nilai religus, nilai reonsiliatif, nilai kultural-relasional, nilai organisasional gerakan terkait dengan relasionalitas dengan sesamanya siapa pun termasuk yang bukan dari komunitasnya. Dalam fenomenologi, manusia adalah sumber ilmu pengetahuan. Manusia adalah pencipta sejarahnya. Manusia adalah dia yang membangun “ Pandangan hidup dan dunianya “ ( Weltanchauung ). Dalam penelitian fenomenologi, peneliti tidak bertindak seperti “ Helikopter “ yang seakan-akan terbang lebih tinggi berada di atas realitas. Penelitian adalah dia yang memasuki wilayah itu, belajar dari pengalaman para subjek. Konteks fenomenologi adalah filasat artinya orang perlu mengenal filsafat agar bisa memahami fenomenologi. 
      Filasafat adalah elaborasi relasi saya dengan dunia ( alam ), sesama manusia, dan Tuhan. Elaborasi relasi manusia dengan dunia dalam sejarah perkembangan filsafat akan di jumpai suatu alur pemikiran filsafat yang mengalir, bergulir dari zaman ke zaman. Mitos dimaksudkan untuk melukiskan relasi manusia dengan alam dengan dunianya, dengan bahkan realitas yang mengatasi hidupnya. Mitos bukan penjelasan hal atau peristiwa hujannya melainkan elaborasi relasi manusia dengan dunia. Periode awal kehadiran filsafat Yunani ditandai dengan campur baur mentalitas berpikir. Tidak sepenuhnya mitos ditinggalkan. Gerekan intelektual yang berusaha menarik garis tegas antara penjelasan mitologis dan ilmiah juga makin menghebat.  Ilmiah dalam Yunani awali berkaitan dengan argumentasi, refleksi dan predikasi. Perkembangan filsafat Yunani mencapat puncak sistematis pada pemikiran Aristoteles.
      Bagi Aristoteles relasi manusia dan dunia identik dengan relasi rasio dan realitas, artinya pengetahuan manusia tentang dunia adalah pengetahuan rasional tentang realitas. Dalam Aristoteles mengatakan pengetahuan ialah soal relasi kesesuaian antara apa yang ada dalam akal budi dengan objek real yang diketahui diluar akal budi. Dalam Aristoteles pengetahuan memiliki makna, jika pengetahuan itu benar, sahih dan valid. Kebenaran suatu ilmu pengetahuan dalam cara berpikir Aristotelian ialah kebenaran objektif. Kebenaran objektif berarti kebenaran yang menunjuk kepada realitas objeknya. Dalam filsafat Aristotelian, kebenaran objektif adalah kebenaran Universal.
      Plato berkata bahwa kebenaran universal tak pernah menunjuk kepada objek nyata, sebab objek nyata hanyalah percikan dari realitas universal. Ide atau gagasan dari Aristoteles menjadi semacam fondasi metodologi untuk ilmu pengetahuan modern. Objek nyata merupakan rujukan dari kebenaran. Dengan maksud ilmu pengetahuan bertumpu pada objek realnya. Pernyataan ilmiah ditarik dari realitas objektifitas sering kali di katakan filsafat Aristoteles sebagai filsafat esse. Yang artinya filsafat Aristotelian bertolak dari ada, dari realitas dan dari segala apa yang ada. Konteks epistemologis, filsafat Aristotelian terus berlangsung sampai Descartes muncul. Descartes adalah pendobrak gaya justifikasi model Aristotelian, ia tidak bertolak dari objek , melaikan dari subjek. Yang paling melukiskan subjektivitasnya, yaitu rasio, akal budi, kesadaran diri. Filsafat Descartes disebut sebagai filsafat kesadaran karena melucuti suatu pengetahuan dari dimensi objektivitasnya. Filsafat Descartes disebut juga sebagai filsafat Cogito Ergo Sum artinya Saya berpikir maka saya ada.
      Descartes menegaskan yang disebut dengan pengetahuan adalah ingatan sejauh manusia menyadari. Kepastian ilmu pengetahuan bukan lagi perkara korespondensi atau diskrepansi rasio dengan realitas, melainkan perkara kesadaran rasional manusia. Rasionalisme Cartesian ( Descartes ) mengalami puncak elaborasi pada filsafat Immanuel Kant. Kant mengatakan bahwa ilmu pengetahuan bukan ingatan, bukan kesesuaian antara rasio dan realitas, melainkan sintetis apriori. Yang artinya pengetahuan ada dalam akal budi sendiri yang memiliki struktur kategoris. Ia juga mengatakan bahwa realitas itu tertutup. Filsafat Kant membuat krisis metafisika Aristotelian, dan juga teologi Kristiani, karena dengan Kant esse atau realitas seakan tidak diperlukan lagi. Pengetahuan sudah tercakup dalam akal budi manusia sedemikian rupa.
      Fenomenologi membuka cara berpikir baru dan mendobrak kesombongan. Fenomenologi juga memiliki tema sentral yang sangat penting. Ide seperti lifeworld menjadi salah satunya dalam arti  dunia hidup keseharian. Alfred Schutz juga mengatakan every day life dalam maksud keseluruhan dari ruang lingkup hidup saya, relasi – relasi saya, peristiwa – peristiwa di sekitar saya dan segala informasi serta budaya yang menjadi konteks hidup saya. Lifeworld memiliki makna aktualitas yang berkaitan dengan masa sekarang.
      Fenomenologi bukan formalisme yang artinya bukan suatu perincian pemikiran yang memiliki kategori formal, ketat dan rigid. Formalisme berkaitan dengan disiplin ilmu – ilmu sosial yang memiliki target – target formal menggariskan metodologi sah, sahih, objektif. Fenomenologi bukan bagian dari ilmu sosial, tidak memiliki ambisi apapun, bukan pula realisme, karena realisme memiliki keterkaitan dengan objetivitas objektivisme jauh dari apa yang dimaksud sebagai pemaknaan fenomenologi. Fenomenologi mengurai dinamisme pemaknaan intersubjektivitas. Gagasan intersubjektivitas menunjuk pada pandangan yang membuat urusan subjek mengemuka. Intersubjektivitas adalah relasionalitas, kekuatan interrelasi. Dalam makna kekuatan kebersamaan dicakup aneka kepentingan subjek yang mengatasi segala upaya objektivitas. Belajar mengenai fenomenologi bukan saja belajar filsafat atau belajar ilmu pengetahuan, melainkan belajar tentang realitas kehidupan tersendiri. Dalam arti fenomenologi menjadi sebuah keniscayaan model pencarian manusia akan kebenaran hidup dan dirinya, sesamanya, dunianya, dan relasionalitasnya dengan alam, Tuhannya dan suatu arti indahnya sebuah metodologi yang memiliki destinasi yang mengubah realitas sosial hidup keseharian menjadi lebih baik, lebih manusiawi.

Literatur Utama: Fenomenologi Dalam Penelitian Ilmu Sosial ( Dr. Muhammad Farid, M.Sos. dkk)

Chairil Sastra (Redaksi)

Sunday, May 19, 2019

Tobasa News : Kaum Marginal HABORNAS Membentuk Aliansi Perjuangan

Gbr : Forum Pembentukan Aliansi Habornas (19 Mei 2019)


   








   Habornas (Habinsaran Borbor Nassau) adalah 3 dari 16 Kecamatan yang ada di Kabupaten Toba Samosir. 3 Kecamatan ini seperti satu-kesatuan dari berbagai aspek, karena memang ketiganya adalah hasil dari pemekaran wilayah, dimana dulunya Kecamatan Borbor dan Kecamatan Nassau adalah bagian dari Kecamatan Habinsaran. HABORNAS di anugerahi keindahan alam dan juga tanah yang subur, sehingga mayoritas dari masyarakat Habornas hidup dari hasil pertanian.
  Namun cerita keindahan dan kekayaan alam Habornas, tidak didukung dengan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. HABORNAS seperti dianak tirikan.
Berbicara HABORNAS, maka kita akan menemukan sejumlah masalah,Mulai dari buruk nya infrastruktur, kerusakan lingkungan (maraknya penebangan kayu Alam), adanya tumpang tindih Klaim kawasan Hutan dengan wilayah adat masyarakat, akses kesehatan yang belum memadai dan lain lain.
    Terhitung sudah 4 kali Bupati berganti, namun persoalan yang sama tetap saja tak selesai. Dan setiap ada pergantian Bupati masyarakat selalu menyampaikan agar persoalan tersebut diatasi, namun sampai periode nya habis, berlalu begitu saja.
July 2018, Ikatan Pemuda Mahasiswa Pelajar Kec.Borbor (IPMP_ KB) mencoba mempertanyakan nya kepada pemerintah provinsi, namun sama saja ,Mereka juga tak merespon.
  Keresahan masyarakat semakin bertambah ketika 15 mei lalu, terjadi longsor di jalan Lumban Rau menuju Borbor. Sebenarnya Longsor tersebut sudah terlihat sejak Bulan April lalu, namun dibiarkan saja, karena dianggap belum berbahaya.
  Maka pada tanggal 19 Mei 2019, Mahasiswa bersama kaum muda berkumpul dan berdiskusi untuk mencari apa peran yang dapat dilakukan mahasiswa, pemuda, dan seluruh elemen, untuk kemajuan HABORNAS. Dari hasil diskusi tersebut terdapat beberapa poin yang disepakati:
1.Membentuk aliansi bersama, yang terdiri dari organisasi mahasiswa parsahutaon, para kaum Muda, dan semua elemen masyarakat.
2.Memilih pengurus ALIANSI
3. Melakukan konsolidasi terhadap semua organisasi parsahutaon, (Medan,P.Siantar,Balige,dan di Bona pasogit)
4.Melakukan konsolidasi dan sosialisasi bagi Semua Element maayarakat HABORNAS, Agar ikut bersama sama mendukung kemajuan HABORNAS.
"Penutup"
Semangat saja tidak cukup mengantarkan niat kita utk membangun HABORNAS. Sehingga perlu kerjasama semua pihak, baik yang di perantauan dan Bona Pasogit.

Medan 19 mei 2019


(sumber : Founder Aliansi Habornas)

Thursday, May 16, 2019

Kecamatan Borbor : Antara Jalan Lintas Provinsi atau Jalan Lintas Maut


    Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Borbor dengan desa Lumbanrau (Tobasa) mengalami kerusakan parah akibat longsor (15/5). Hal ini menyebabkan terganggunya transportasi dan pengangkutan sumber daya. Dilihat dari struktur tanah yang rentan dan keadaan aspal yang tidak layak maka wajar saja terjadi kerusakan yang sedemikian parah. Kecamatan Borbor adalah suatu wilayah dataran tinggi yang menjadi bagian dari wilayah kabupaten Tobasa, dan jalur ini adalah satu-satunya jalur penghubung transportasi yang digunakan sehingga jika tidak segera diatasi maka ada potensi kelumpuhan total yang akan sangat berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Dilihat dari kondisi jalan yang begitu parah dan nyaris lumpuh total akan sangat memungkinkan terjadinya kecelakaan pada pengguna jalan.
Gbr1 : Kondisi Jalan Tambolang Aek ualuh, Antara Kecamatan Borbor Kabupaten Tobasa dengan Desa Lumbanrau Kecamatan Habinsaran Kabupaten Tobasa

    Meninjau kembali dan mencoba menyimak, jauh sebelum terjadi longsor yang sedemikian parah kondisi jalan raya yang menghubungkan Borbor ke Lumbanrau/Parsoburan sudah terbilang sangat parah, Aspal tipis yang sadis, jalanan pecah karena air bebas merembes sehingga aspal menjadi mudah pecah. Informasi yang redaktur ketahui, status jalan ini adalah jalan lintas provinsi namun oleh dinas PUPR tak jua ada tindak lanjut pembangunan  dan perbaikan sebaliknya  justru malah jauh dari kelayakan transportasi.
Gbr 2 : Bahu Jalan yang longsor langsung menghadap kejurang dan sangat membahayakan
Gbr 3 : Status Jalan Ini terdaftar sebagai Jalan Provinsi yang seharusnya dipelihara dengan layak oleh Dinas PUPR

    PUPR, Pemkab dan Pemprov harus segera memperbaiki jalan ini demi rakyat Indonesia yang bermukim dan hidup disana, sebab berdasarkan Pasal 24 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penyelenggara wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Redaksi

Tuesday, March 13, 2018

ROKIEL (Di Timur Cahaya)



               
            

            Ku perhatikan anakku Rokiel yang tertidur lelap di peraduannya. Usianya masih menghitung hari. Aku hanya tersenyum pedih karena berhasil meloloskannya untuk hidup di dunia. Untuk  sejuta penyesalan yang ada. Untuk beribu penolakan dan penghinaan dari masyarakat yang membawa bendera norma.
            “bagaimana ini kiel? Ayahmu telah tiada” bisikku dari pembaringan. Tubuh lemahku tidak sanggup untuk berdiri paska melahirkan.
            “ayah? Ayahnya yang mana?” suara sumbang dari belakangku berbisik perlahan. Kiel masih tertidur dengan begitu lelap. Mari anakku, bertumbuhlah. Sekarang dunia ini milikmu.
            “ha ha ha, perempuan kotor, anakmu haram jadah, tidak layak untuk hidup” suara sumbang itu semakin jelas merobohkan hatiku.
            Air mataku tak sanggup ku tahan, pelipis ku yang masih lebam terkena lemparan batu beberapa hari yang lalu. Oh Rokielku, bertahanlah nak. Mari bersama bunda menghadapi dunia.
            “Bertahan Mouna, bertahanlah. Aku menggenggam tanganmu” suara Ikhsar menggema dikalbuku. Ikhsar, kekasihku mengapa engkau meninggalkan aku? Mengapa engkau pergi tanpa seizinku. Napasku tertahan. Tidak sanggup melawan perih di hati.
            “Anakku, mouna, oh malangnya nasib kita. Ikhsar telah berpulang, dia di massa” ibunda memelukku, putrinya yang hina dan terhina ini. Oh ikhsarku, sudah tidur dalam buana surga, sudah bahagia ia, meninggalkan pertarungan ini.
            Aku teringat ketika dibawah air terjun pelangi, dia mengecup keningku mesra dan menggenggam tanganku meyakinkan hatiku untuk memperjuangkan Rokiel. Mempertahankan Rokiel, meskipun Rokiel bukan anak dari benihnya, meskipun ia tahu gadis kecintaannya ini telah ternoda oleh bejatnya Rudo, anak kepala desa yang memperdayaiku.
            “ayo, kita harus segera bergerak anakku, sebelum kita di amuk massa!!!”
            “apa salahku bunda? Apa salah rokiel?”
            “tidak ada yang salah anakku, hanya saja waktu sedang tidak berpihak pada kita. Ayo kita selamatkan Rokiel”.
            Tubuhku masih lemas tidak mampu melangkah. Aku memberikan Rokiel yang tengah terlelap ke pelukan neneknya. Aku mengingat kembali bagaimana mahluk kecil ini muncul di rahimku, di masa mudaku sebagai bunga desa yang menjadi rebutan hati tiap pemuda. Kenaifan menjadi sumber bencana tatkala Rudo dengan kekuasaannya memanipulasi kasus yang mengkambinghitamkan Ikhsar kacungnya, sebagai orang yang harus bertanggungjawab atas perbuatannya padaku.
            “Aku harus membunuh rudo” geram ayahku, setelah mengetahui semua fakta yang terjadi. 6 bulan kehamilanku, Ikhsar suamiku telah kehilangan dua pasang giginya untuk menanggung kesalahan yang bukan dosanya. Tapi ia tetap tangguh, untuk mempertahankan  satu kehidupan. Mempertahankan Rokiel. Ia memberi nama itu, Artinya “Sang Pejuang”.
            “ku mohon ayah, jangan” tangisku tidak lagi mampu menahan ayah. Karena melawan rudo adalah bayang-bayang maut dan hari esoknya, aku hanya melihat kepala ayah yang tergantung, dan aku menyesali takdirku.
            “ayahmu adalah Yedrin (keturunan raja) yang terakhir, dan kamu harus tahu mouna, kematian abangmu Liyan juga tidak lepas dari perbuatan jahanam kepala desa. Mengakhiri garis budaya suku kita yang telah diambil alih oleh administrasi Negara”. Ibuku berkata, berusaha tegar.
            “dan karena kepala desa tidak tahu, bahwa Rokiel adalah anak darah bengis rudo sehingga mengusahakan kematian anak ini menganggapnya sebagai ancaman terhadap tahtanya, dia mengangkat isu bahwa ayahmu sendirilah yang menghamilimu, sementara rudo telah kehilangan kewarasannya setelah memenggal ayahmu, dia dipasung”.  
            “berapa nyawa lagi yang harus dikorbankan?” tanyaku pada bunda. Tidak beroleh jawaban.
            “ayo!!!” dengan lengan kirinya yang kuat bunda memapahku dan rokiel digendongnya. Ia masih tertidur lelap. Lihatlah, betapa baiknya anakku. Rembulan malam ini menyinari jalan kami,meninggalkan gubuk derita meninggalkan negeri ini. Namun di tengah jalan belum jauh dari gubuk aku tersungkur lemah.
            “Bunda, aku tidak sanggup lagi” aku bersuara lemah.
            Dari kejauhan telah terdengar seruan-seruan dan nyala obor yang ramai. Malam ini adalah rencana penduduk untuk membakar kami. Ibu telah lebih dahulu mengetahuinya dari Ori, salah satu budak kepala desa.
            “Mouna, kuatkan tekatmu nak. Mari kita segera pergi”
            “Ibunda, bawalah anakku ke negeri Timur, dari sana akan datang cahaya” ku tatap penuh keyakinan sepasang mata bunda yang sembab airmata, meyakinkannya. Lantas aku berbalik, merayap menuju gubuk deritaku.
            “Mouna putriku, Oh Tuhan, Terkutuklah Negeri ini. Terkutuklah para pembunuh bengis” ibuku meraung-raung dan Rokiel terbangun, ikut menangis bersama neneknya.
            Aku merayap karena kakiku lemah, merayap sambil meratapi tanah kelahiranku yang telah beraroma darah. Kecantikanku dan status darah biru keluargaku ku anggap telah menjadi bencana.
            “Mouna Putriku, ingatlah. Rokiel akan kembali untuk membantai negeri ini” bunda telah sampai di pebukitan dan bersorak dari sana.
            Seketika, Gubuk kami telah terbakar membara. Prajurit abdi kepala desa mengejar Rokiel dan neneknya.
            “cepat, tangkap mereka. 10 batang emas bagi yang membawa kepala mereka kembali” suara bengis itu begitu dekat di telingaku. Dalam posisi tengkurap aku menatap keatas, ingin memberikan tatapan paling keji yang pernah ada kepada Iblis itu.
            Namun yang kuterima adalah sebuah jambakan keras dan pukulan keras di tengkukku. Lantas semua menjadi hitam. Begitu Hitam.

Mardaup.J


Thursday, March 8, 2018

Mawar Untuk Monika



               

Cuaca pagi membangunkankanku dalam kesejukan. Aku terduduk dan sejenak berusaha menyusun alur mimpiku semalam yang tidak beraturan jalan ceritanya. Aku kembali bermimpi tentang dia. Seharusnya dia sudah kadaluwarsa dari ingatan namun mimpi-mimpi dari alam bawa sadarku senantiasa mengingatkan kembali tentang dirinya. Meskipun begitu, aku selalu menutupi kasus ini. Aku sudah menjalani dunia yang samasekali jauh bersisian dengan dirinya. Melupakan masa lalu memang tidak semudah membalikkan telapak tangan.
                Aku segera berbenah di pagi yang cerah ini, rutinitas ku sebagai seorang guru sangat ku nikmati. Tatkala bertemu dengan para siswaku yang masih dalam labilitas dan kebebasan bertumbuh, rasa tanggungjawab itu tumbuh untuk mengarahkan mereka kepada jalan hidup yang lebih baik. Setidaknya lebih baik dari para gurunya. Aku bangkit dan tidak lupa menyirami bunga mawar di pekarangan rumah, selagi masih pagi pikirku. Bunga Mawarku bermekaran, merah cerah. Mengingatkankanku pada sahabatku, Mawar. Sahabat terbaik dalam perjalanan hidupku, yang kusayangi melebihi diriku sendiri, entah dimana dia berada sekarang.
                Handphone ku berdering, ada pesan WA baru masuk. Ku lihat pesan Vikri, pacarku. Sudah tiga minggu ini dia menunggu akan lamarannya. Aku masih berpikir dan menimbang. Masih berat rasaku untuk menikah.
                “selamat pagi sayang, semangat bekerja” demikian pesannya. Read.
                Ku letakkan kembali hpku sambil memejamkan mata. dilema. Aku Merasa bersalah kepada setiap sisi. Merasa bersalah kepada diri sendiri yang tidak bisa menentukan sikap. Merasa bersalah kepada Vikri dan keluarganya yang telah lama menunggu. Dan aku merasa bersalah pada satu sisi di lubuk hatiku yang paling dalam yang tidak akan pernah bisa terkatakan.
                “selamat pagi bu guru” sapa para muridku di gerbang sekolah.
                “selamat Pagi!” balasku dengan tersenyum ramah.
                Hari masih pagi dan di kantor guru yang ku jumpai masih seorang, Ibu Rouna.
                “bu Mon, ini ada surat kepada ibu” katanya sambil memberi sebuah amplop berisi surat.
                Ku terima  itu, dan ada nama lengkapku disana. Kepada Yang terhormat, Ibunda Guru Monika Arinda.  Surat itu Yayasan Pelangi Cinta Fondasi(PCF).
                “ibu juga dapat surat?”
                “iya bu Mon, ibu tahu ngga klo yayasan PCF itu disponsori oleh beberapa perusahaan terbesar di Negara ini”
                “iya tahu bu. Tapi pihak PCF mengundang kita dengan pertimbangan apa? Seharusnya guru-guru yang sudah mapan dan berpengalaman yang diundang dalam misi seperti ini”.
                “Iya juga sih, tapi dari yang ku lihat dari 4 undangan yang datang ke sekolah kita. Ke empatnya termasuk guru-guru muda”
                “siapa yang dua lagi”
                “Pak riko dan Pak Hendra”
                “jadi gimana ibu? Ibu Rouna Ikut?”
                “iya harus ikutlah bu, ini bakal jadi ekspedisi besar dan termasuk sebuah sejarah dalam dunia pendidikan, aku tak ingin melewatkan kesempatan ini”.
                Sebuah gebrakan besar yang dimotori oleh Yayasan Pelangi cinta telah menuai simpati rakyat di negeri ini. Tatkala pulau-pulau terpencil berhasil di duduki oleh pendidikan yang mapan demi generasi bangsa. Kali ini setelah lama mendengar di berita dan surat kabar mengenai yayasan ini dan misinya yang besar, kali ini saya mendapat kesempatan yang berharga untuk bergabung dalam misi ini.
                Ku WA Vikri “Vik, maafkan aku. Aku belum siap untuk menikah”. Sent.
                Esoknya aku berbenah, aku dan rouna berangkat bersama puluhan guru yang tergabung dalam misi sumatera. Berlayar menuju pulau Mentawai. Mungkin saja aku ikut karena ingin pergi dari semua tekanan hidup yang memberatkan rasaku. Aku hanya ingin warna baru. Meresapi pengalaman baru. Mungkin rencana untuk menikah akan kutunda sampai beberapa waktu ke depan. Sampai aku benar-benar siap melepaskan semua hal yang mengganggu batinku.
                Namun di luar dugaan, tubuhku tidak tahan terhadap peralihan cuaca. Setelah perjalanan panjang nan melelahkan, Sesampai di pulau aku mengalami demam tinggi hingga harus mendapatkan perawatan. Hingga aku terbangun esok paginya di posko aku begitu shock dengan adanya setangkai mawar merah di letakkan di sampingku.
                “hey, udah bangun bu Mon!” sapa rouna, yang menjagaiku semalaman.
                “ini mawar dari siapa Ro?” tanyaku penasaran.
                “dari ketua yayasan”
                “hah” aku terheran, tidak percaya.
                “biasa aja kali mon, tuh tengok, semua orang sakit dapat mawar”
                Lantas ku perhatikan sekelilingku, ada sekitar 7-8 orang ternyata dari kami yang sakit . Pada akhirnya aku semakin salut dan kagum dengan sosok ketua yang sering diperbincangkan oleh para guru sepanjang perjalanan. Sayang sekali aku tidak terbangun saat dia datang subuh tadi, aku sangat penasaran. Dan juga Mawar ini, aku juga punya cerita tentang mawar. Sepertinya dia suka mawar.
                “Gimana mon? udah kuat ikut untuk ikut tutorium dari ketua hari ini?” Tanya Rouna, kami memang sepakat untuk menghilangkan formalitas diantara kami, sehingga kami hanya memanggil nama saja.
                “udah lumayan sih ro, udah bisa aku ikut. Nanti takutnya ketinggalan banyak materi, padahal besok udah mau aksi”
                “ayoklah, cepatlah kita berbenah”
                Dengan kondisi yang ala kadarnya di posko pelayanan ini kami pun bersiap untuk mengikuti Tutorium dari ketua yayasan yang telah menjalankan misi karya pendidikan ini selama dua tahun. Dia begitu terkenal, namun hanya sedikit orang yang tahu namanya, bahkan media pun sama sekali tidak dapat menangkap wajahnya dan identitasnya. Bangsa ini hanya tahu Yayasan Pelangi Cinta, dan ratusan Guru senusantara yang menjadi pendukung dan menjadi Voulentirnya. Termasuk saya. Rasa penasaran menghinggapi kami para guru untuk melihat figur asli dari sang tokoh yang dimuat dalam buku terpopuler yang terbit tahun lalu “Sang Perintis”.
                Kami duduk di tempat yang telah dipersiapkan disebuah lapangan besar dan ditutupi tenda. Ada sekitar 90an guru yang tergabung dalam misi sumatera. Sebuah kehormatan besar.
                “selamat pagi, para pahlawan”
                “selamat pagi ketua” semua serempak dan semangat menjawab sambutan berkharisma itu.
                Aku terpaku. Terheran. Terhenyak. Mataku tidak percaya. Hatiku bergolak. Seketika kepanikan memenuhi batinku.
                “perkenalkan, namaku Prof. Mawar Joni, saya Ketua Tim Yayasan Pelangi Cinta Fondasi. Selamat datang para pahlawan pendidikan, mari berkarya di lading kemiskinan. Buat bangsa ini menjadi hebat”.
                Kepalaku pusing. Bumi seolah bergeming dari pijakan kakiku. Aku mohon ijin kepada panitia untuk keluar sebentar. Acara tetap dilanjutkan. Aku kembali ke posko dan ku bongkar barang-barangku mencari kembali surat undangan yang disampaikan rouna tempo hari. Aku menemukannya. Dan ku periksa dengan seksama. Tertanda ketua Tim : M.Joni.
                 Ya Tuhan, Dari sekian ratus orang sukses yang ada di negeri ini, mengapa harus dia. Mengapa harus si Mawar, tahukah engkau ya Tuhan daripada bertemu dengannya lebih baik ku celupkan wajahku ke lumpur hina puluhan kali. Aku tidak sanggup berhadapan langsung dengannya.
                Seketika  kenangan tentang mawar muncul menghukumku.
                “aku mencintaimu mon, aku sangat mencintaimu”
                “maaf war, kita harus berpisah. Udah bosan aku samamu”
                “Mon, jangan begitu. Aku tahu kamu bertemu dengan cowok yang lebih hebat, tapi tentu kamu tahu betapa tulusnya aku samamu”
                “iya kau tulus, tapi aku anak orang miskin war, kamu juga. Kamu tahu betapa menyedihkannya hal itu? Kita akan saling mencintai dan bergumul dengan lumpur kemiskinan seumur hidup”.
                “apakah itu kata-kata bijak dari seorang calon guru?”
                “iya war, satu tahun saja cukup untuk kita. Simpan saja semua kenangan kita. Enyahlah. Aku ingin kaya”

                Seribu satu alasan pun tak akan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah ku buat. Alasan apapun yang kulakukan untuk bersikap matre dan membuatnya membenciku tak akan mampu mengubah keadaan dan rasa maluku. Sejauh ini aku hanya menduga dia ingin membalaskan dendamnya padaku, yang telah tertahan bertahun-tahun yang lalu. Ku kemasi semua barangku dan melangkah menjauh.
                “Monika!!!” suara itu memanggil namaku
                Aku menoleh, dia berdiri disana. Masih dengan tubuh pendeknya. Salah satu spesies mawar yang tak berduri. Pria yang tidak henti-hentinya berkarya di muka bumi. Sejauh yang ku ingat aku hanya ingat Mawar.J bukan M.Joni. ku lihat kearah tenda rupanya acara tutorium sudah diambil alih oleh panitia lain.
                Aku berdiri kaku.begitu malu. Antara lari atau bersembunyi, aku malah mematung dengan bodohnya.
                Dia mendekat. Menawarkan sebuah bunga mawar lagi.
                “Monika Arinda, Lama tidak bertemu” ujarnya  tersenyum penuh wibawa.
                Hatiku bersorak detik itu “Mama, aku ingin Pulang”. 

Mardaup.J