Sunday, March 15, 2015

George Berkeley: sebagai Filsuf Empiris


“ GEORGE BERKELEY “

                                                  


Konsep “spirit” Berkeley berkaitan dengan konsep “kesadaran subjek” atau “mind”, sedangkan konsep “ide”itu berkaitan dengan konsep sensasi atau “state of mind” atau kesadaran pada pengalaman. Berkeley menolak gagasan “eksistensi material sebagai substansi metafisika”, tetapi dia tidak menolak gagasan “eksistensi objek fisik” seperti meja atau pohon. Basik pemikiran inilah yang kemudian disebut sebagai pandangan “imaterialisme” atau idealism subjektif.
1.      PENDAHULUAN
Fenomena modernisasi pada masa Renaisans, yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, disambut baik oleh berbagai kalangan. Pada dunia Filsafat, modernisasi tidak hanya direspon oleh kaum Rasionalis, tapi juga kaum Empiris. Kedua school of philosophy terbesar di dunia Barat tersebut memiliki pandangan yang berbeda terkait dengan pembahasan Epistemologi, yang berimplikasi pada pandangan filosofis lainnya.
Rasionalisme berpandangan bahwa rasio (akal) merupakan alat yang lebih utama daripada indra dalam memperoleh pengetahuan. Sementara itu, Empirisme berpandangan bahwa indra lebih utama daripada rasio. Selain itu, empirisme menekankan pada peroleh  pengetahuan melalui pengalaman. Adapun filosof besar pada aliran ini antara lain sebagai berikut, Thomas Hobbes, John Locke, George Berkeley, dan David Hume
Dewasa ini, pandangan kaum empiris acap kali menjadi dasar bagi penelitian ilmiah. Dengan kata lain, sesuatu tidak dapat dikatakan sebagai ‘pengetahuan’ apabila tidak didasarkan pada observasi empiris. Bahkan, pengaruh empirisme, tidak dapat dipungkiri, telah mewarnai kemajuan sains dan tekhnologi. Mengingat betapa pentingnya “Empirisme” dalam diskursus Filsafat, maka pembahasan salah satu filosof Empirisme menjadi relevan. Salah satu tokoh Empirisme, yang merupakan pengikut John Locke sekaligus pengkritik filsafat Locke, ialah George Berkeley. Pada makalah ini, kami akan mengetengahkan pembahasan berkenaan dengan biografi Berkeley, serta pemikiran Filsafat beliau.
2.      ISI
George Berkeley yang dikenal juga sebagai Uskup Berkeley lahir di County Kilkenny, Irlandia pada 12 Maret 1685 dan meninggal di Oxford, Inggris pada 14 Januari 1753 pada usia 67 tahun. Dia hidup pada abad ke-18 dan termasuk ke dalam tokoh filosof modern. Dia pernah belajar di Kilkenny School, Trinity College dan Universitas Oxford. Dia adalah seorang katolik Anglikan dan sempat menjadi uskup Cloyune, tetapi dia menerapkan menerapkan kebijakan toleransi kepada para penganut Katolik Roma di Irlandia. Dia terkenal sebagai seorang pemikir subjektif idealisme dan empirisme. Ketertarikan utamanya adalah pada kekristenan, metafisika, epistemologi, bahasa, matematika, dan persoalan persepsi. Pemikiran Berkeley telah mempengaruhi David Hume, Edmund Burke, Immanuel Kant, Thomas Reid, Arthur Schopenhauer, Johnd Stuart Mill, Ernest Mach, A. J. Ayer, Jorge Luis Borges, Samuel Beckett, Francis Bowen, dan Borden Parker Bowne.
Filsafat Berkeley tidak hanya berpengaruh di Irlandia, tetapi juga di Amerika, karena dia pernah memimpin pertobatan orang-orang Irlandia di Amerika. Adapun karya utamanya adalah Treatise Concerning The Principles of Human Knowledge, Essay Toward a New Theory of Vision. Pemikiran Berkeley sangat dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran John Locke dan Jonathan Swift (penulis buku Gulliver’s Travels). Meskipun pemikirannya sangat dipengaruhi Locke, Berkeley menolak beberapa pandangan dasar Locke yaitu menolak adanya idea-idea abstrak yang ditarik dari objek-objek konkret.    Contoh, idea kubus disimpulkan dari kubus konkret.
Berkeley tidak percaya akan adanya idea-idea di luar fikiran. Suatu objek ada berarti objek itu dapat dipersepsi oleh fikiran kita dan segala pandangan metafisis tetang adanya kenyataan-kenyataan yang tidak dapat dipersepsi oleh fikiran kita adalah omong kosong. Dia terkenal dengan ucapannya “Esse est percipi” (being is being perceived) artinya, dunia material sama saja dengan dunia idea-idea. Jadi, sebenarnya dunia material di luar kesadaran itu, substansi material, tidak ada; yang ada hanya penangkapan persepsi kita, karena itu, “being is being perceived” sama dengan “being is seeming”, atau “duniaku adalah duniaku”. Adanya sesuatu adalah karena kesan-kesan yang teramati oleh subjek. Anthony Kenny juga menekankan esse est percipi sebagai pandangan filosofis yang terpenting dari Berkeley. Adapun konsekuensi dari postulat tersebut adalah pandangan bahwa objek materi merupakan ide Tuhan yang diberikan kepada manusia.
Dari pemaparan tersebut, sesungguhnya pemikiran Berkeley terwarnai oleh Locke. Dengan kata lain, Berkeley memiliki pangkal pemikiran yang sama dengan Locke. Namun, kesimpulan Berkeley berbeda dengan Locke, yaitu lebih tajam, bahkan sering bertentangan dengan Locke. Locke membedakan antara idea dan pengalaman. Pengalaman dianggap sebagai sesuatu yang berasal dari objek, sedangkan idea adalah pengalaman yang dicerna oleh subjek. Sedangkan Berkeley berpendapat bahwa pengalaman dan idea itu satu dan sama. Pengalaman indrawi menurut Locke diartikan sebagai pengalaman batiniah oleh Berkeley yang disebabakan langsung oleh Tuhan. Dengan kata lain, persepsi, citra, dan idea sama dengan pengalaman.
Sekilas pandangan Berkeley tampak seperti rasionalisme karena memutlakkan subjek. Namun jika diperhatikan lebih lanjut, pandangan ini termasuk empirisme, karena pengetahuan subjek diperoleh lewat pengalaman, bukan prinsip-prinsip dalam rasio, meskipun pengalaman-pengalaman itu adalah pengalaman batin. Dengan menegaskan tentang adanya sesuatu sama dengan pengertiannya dalam diri subjek, Berkeley berpandangan idealistis, yang oleh dirinya sendiri disebut imaterialisme, sebab dia menyangakal adanya suatu dunia yang ada di luar kesadaran manusia. Dia tidak percaya adanya dunia luar, sebaliknya beranggapan bahwa dunia adalah idea-idea kita. Keyakinan Berkeley yang asasi adalah ;
·         Segala realitas di luar manusia tergantung kepada kesadaran;
·         Tiada perbedaan antara dunia rohani dan dunia bendawi;
·         Tiada pembedaan antara gagasan pengalaman batiniah dan gagasan pengalaman lahiriah, sebab    pengamatan adalah identik dengan gagasan yang diamati;
·         Tiada sesuatu yang berada kecuali roh, yang dalam realitasnya yang konkrit adalah pribadi-pribadi atau tokoh-tokoh yang berfikir.
Pangkal pikiran Berkeley terdapat pada pandangannya di bidang teori pengenalan. Menurut dia segala pengetahuan kita bersandar pada pengamatan. Pengamatan identic dengan gagasan yang diamati. Bagaimana pengamatan terjadi?
Pengamatan bukan terjadi karena hubungan antara subjek yang mengamati dan objek yang diamati, melainkan karena hubungan antara pengamatan indera yang satu dengan pengamatan indera yang lain.  Contoh, pengamatan jarak atau ukuran luas antara subjek dan objek yang diamati. Pengamatan ini terjadi karena hubungan antara pengamatan penglihatan dan pengamatan raba (pengamatan saya hanya menunjukkan bahwa ada warna meja, peraba saya menunjukkan bentuk; kasar dan halusnya).     Sebenarnya penglihatan saya tidak mengamati jarak atau ukuran keluasan antara meja itu dengan saya.  Penglihatan tidak menceritakan berapa jauh jarak antara saya dan barang yang saya amati. Pengalaman dan kebiasaanlah yang menjadikan saya menduga bahwa ada jarak, ada ukuran keluasan, atau ada ruang di antara saya dan benda yang diamati.
Hal ini juga dipaparkan oleh Kenny, merujuk pada karya Berkeley (1709) yaitu “An Essay towards a New Theory of Vision”.Jika seseorang mengamati sesuatu, padanya ada gambaran tentang sesuatu, akan tetapi gambaran itu tidak menggambarkan suatu realitas yang ada di luar kita. Gambaran itu tidak mencerminkan sesuatu di luar pengamatan. Di luar pengamatan tiada benda yang konkrit, yang ada hanya pengamatan yang konkrit, yang ada adalah “hal diamati” itu. “berada” berarti “diamati”. Realitas hal-hal yang diamati terletak hanya dalam hal ini, bahwa hal-hal itu diamati. “Hanya pengalamanlah yang ada. Lalu apakah objek yang dikenal? Objek itu adalah gagasan-gagasan atau idea-idea., yaitu idea-idea yang disebababkan karena pengamatan indera yang langsung dan yang disebabkan karena pengamatan batiniah, serta pengamatan yang ditambahkan ingatan dan fantasia atau khayalan, dengan penggabungan-penggabungan bagian-bagian gambaran yang diamati.
Segala sesuatu yang kita amati adalah konkrit. Seperti; kita tidak dapat memikirkan keluasan (ruang) tanpa warna, bentuk, isi. Juga kita tidak dapat memikirkan gerak tanpa kecepatan dan kelambatan. Jadi, hanya gagasan-gagasan yang konkritlah, yang dapat dipakai untuk memikirkan gagasan-gagasan konkrit lainnya yang bermacam-macam itu. Apa yang berada secara umum hanya berada sebagai nama saja.
Pengertian Locke mengenai substansi, menurut Berkeley hanya merupakan hipotesa yang sewenang-wenang dan berlebihan. Substansi tidak lebih dari penggabungan yang tetap dari gagasan-gagasan. Seandainya kita meniadakan segala sifat yang ada pada sesuatu, maka tidak aka nada sesuatu lagi. Sebab sifat-sifatlah yang membentuk isi sesuatu tadi. Sesuatu yang kita kenal sebenarnya adalah kelompok sifat-sifat yang dapat diamati. Contoh, sebuah meja, terdiri dari bentuknya yang tampak, kerasnya yang dapat diraba, dan suaranya yang dapat didengar jika ditarik dari tempatnya. Sifat-sifat ini di dalam pengalaman memiliki sekedar hubungan yang menjadikan akal sehat menganggapnya sebagai dimiliki sesuatu. Akan tetapi konsep tentang sesuatu hal atau substansi tidak menambah apa-apa kepada sifat-sifat yang diamati, karena itu tidak perlu mutlak. Realitas hal-hal yang diamati terletak dalam hal itu, bahwa ia diamati. Maka sifat-sifat yang dapat diamati itu tidak memiliki dasar yang objektif berada di luar kita. Dunia di luar kita adalah jumlah urut-urutan gagasan kita. Jika dunia itu kita terima sebagai berada, maka kita tersesat. Kebenaran pengetahuan kita tidak didukung oleh dunia di luar kita.
Jika demikian, lalu darimana asal gagasan-gagasan atau idea-idea kita itu? Gagasan-gagasan itu pasif. Realitasnya terdiri dari hal ini, bahwa ia “diamati”, jadi harus ada yang mengamatinya. Yang mengamati adalah “aku” atau subjek pengamatan. Gagasan sebagai ketentuan semata-mata, tergantung kepada adanya “aku”. Pengenalan tentang “aku” yang diberikan dalam tiap pertimbangan itu sendiri bukanlah gagasan atau idea, melainkan suatu pengetahuan yang mempunyai macamnya sendiri, suatu pengertian. “Aku” ini adalah tunggal, tak berjasad, sesuatu yang berdiri sendiri dan bekerja sendiri, yang mempunyai kecakapan mengamati dan menghendaki. Hanya pengamatan dan mengamatilah yang ada. Oleh karena itu, kausalitas dalam arti yang sebenarnya hanya dimiliki oleh substansi rohani. Kausalitas dalam dunia benda adalah ini, bahwa gagasan-gagasan tertentu diamati secara berturut-turut. Roh itulah sebab yang sebenarnya dari segala aktifitas sendiri.
Gagasan-gagasan atau idea-idea bukanlah hasil subjek yang mengamati sendiri. Pengamatan yang sebenarnya didesakkan kepada roh dalam suatu tertib tertentu. Satu-satunya sebab yang menyebabkan pendesakan itu ialah substansi rohani yang tertinggi, yaitu Allah. Allah telah memberikan kepada roh manusia pertunjukkan tentang dunia benda sebagai suatu susunan yang terdiri dari tanda-tanda, di dalamnya ia berfirman kepada kita tanpa memerlukan penghubung dari dunia yang nyata di luar kita. (Bertens menggambarkannya sebagai pemutaran film yang dilakukan Allah di dalam batin kita).
Ilmu pengetahuan Alam mengajar kita mengerti akan tanda-tanda itu, serta menemukan peraturan pertunjukannya. Bagi kesadaran kita segala sesuatu di dalam alam berjalan menurut hukum dan peraturan. Akan tetapi segala hukum itu tidak perlu mutlak, sebaba hukum-hukum hanya mendapat jaminannya dalam kehendak Allah, yang setiap kali dapat mendobraknya dengan suatu mukjizat.
Dunia sebagai gagasan bukan hanya diberikan kepada kesadaran saya tetapi juga kepada kesadaran orang lain. Oleh karena itu dunia berlangsung ada, juga seandainya pengamatan saya atau pengamatan orang lain untuk sementara waktu atau untuk selamanya berhenti. Sekalipun realitas dunia ada pada pengamatan kita, namun realitas dunia itu tidak tergantung pada pengamatan kita. Juga lepas daripada segala pengamatan manusia, dunia tetap berada, yaitu di dalam kesadaran Allah yang kekal, Allah senantiasa mengamati segala sesuatu. Dipertahankannya dunia dalam adanya yang berlangsung mendukung aktifitas Allah sebagai pencipta yang berlangsung terus tiada hentinya. Oleh karena pengamatan Allahlah, maka pohon-pohon, gunung-gunung, batu-batu, dan lain-lainnya berada secara terus-menerus seperti didugakan oleh akal sehat. Bagi Berkeley, keyakinan ini adalah suatu bukti yang kuat tentang adanya Allah. Seolah-olah Allah diminta pertolongannya untuk menyelamatkan kenyataan dunia ini.
3.      KESIMPULAN
Pemikiran filosofis Berkeley sangat kompleks dan rumit, sehingga sulit dipahami. Sebagai salah satu filosof Empirisme,filsafat Berkeley sangat paradoks karena idealistik. Jadi, tak heran lagi jika Berkeley dianggap sebagai Filosof Empiris, sekaligus Idealis. Pandangan idealistik ini yang menjadi pondasi bagi penafian Berkeley terhadap materi; disebut sebagai penganut immaterialisme.
Walaupun filsafat Berkeley terkesan paradoks, tapi sesungguhnya dia mencoba untuk konsisten pada keyakinan terhada Tuhan. Sebagai seorang uskup Irlandia, Berkeley terlihat menjadikan pandangan-pandangan filosofisnya sebagai landasan ontologis bagi eksistensi Tuhan. Bahkan, Berkeley berupaya untuk membangun argumentasi logis dalam penempatan Tuhan dalam posisi tertinggi dalam Filsafatnya. Hal itu berimplikasi pada pandangan Berkeley dalam mempersepsi realitas. Setidaknya ini merupakan langkah yang patut diapresiasi, daripada sekadar percaya kepada Tuhan tanpa alasan logis yang rasional.
Kesulitan pemakalah dalam memahami filsafat Berkeley, justru semakin meningkatkan semangat untuk menggali pemikirannya lebih mendalam. Berkeley adalah salah satu potret filosof modern yang religius. Tidak hanya karena sebagai Uskup, tapi juga karena pandangan filosofis Berkeley mengafirmasi doktrin-doktrin agama. Semoga akan lahir Berkeley lainnya pada konteks kekinian.


Sunday, March 8, 2015

Doa Dalam Puisi


    HANTARKAN AKU
      (Mardaup J,Sabtu 7 Maret 2015)
Hantarkan aku PadaNya
Saat dunia sudah penuh kepalsuan
Hantarkan aku PadaNya
Saat dunia tak lagi memandang harapan

Selamatkan aku dengan cinta
Saat resah manusia penuh keraguan
Selamatkan aku dengan pengasihan
Saat aku mengemis meminta perhatian

Dunia bukanlah perhentian
Tetapi dunia membuatku berhenti
Lelah dengan perjalanan ini
Hantarkan aku PadaNya

Bila engkau Malaikat
Bawalah aku yang tengah tersesat
Hantarkan aku PadaNya
Bawa aku kedalam PelukanNya

Terbangkan aku dengan Cinta
Bagai Rajawali yang gagah terbangnya
Atau layangan yang putus benangnya
Biarkanku terbang mengangkasa

Hantarkanlah aku
KepadaNya
Yang Mencintai
Dengan Cinta.

Thursday, February 26, 2015

PUISI Jalan Kenangan dan Luka Ku


LUKA KU LUKA MU
    Oleh: Mardaup J.(Siantar,27 Februari 2015)
Detik-demi detik terhitung
Senyuman demi senyuman yang terkenang
Indah dan mempesona nian
Jatuh ke dalam palung hati nan dalam

Bahagiamu adalah duniaku
Meski banyak yang menyayangimu
Mereka juga duniaku
Pilihan yang membuatku luka

Hanya seuntai nada kasih
Yang mampu aku beri kepadamu
Tanpa kepastian pengharapan hati
Tanpa ikatan yang membebaskan rasa kita

Biarlah waktu yang menuntun
Tanpa mengorbankan senyuman mereka
Mereka yang juga menyayangimu
Seperti aku mengasihimu….

Luka ku yang engkau tahu
Hanya sebatas luka yang indah
Hanyalah sebuah pilihan hati
Ketika hatiku juga memilih mengasihimu

Luka mu yang aku tahu..
Juga sebuah pengharapan nan indah
Ketika hatimu terasa perih
Namun engkau kuat untuk percaya

Tersenyumlah
Tanpa berharap waktu berpihak
Percayalah
Kita bisa bersatu lagi kemudian

Luka ku dan luka mu
Hanya sebatas rasa yang hampa
Biarlah waktu akan menghapus jejaknya
Dan senyuman akan pertemukan kita

JALAN KENANGAN
    Oleh: Mardaup J(Siantar, 27 februari 2015)
Disini mungkin engkau termenung
Disini mungkin hatimu mematung
Kaku dan tak bergerak
Ketika kenangan menjadi napasmu

Kisah yang menjadi terlampau klise
Bertemu kemudian berpisah, lagi
Yang tersisa hanya ingatan
Betapa rasa ini adalah kekejaman

Yang kau temui mungkin persimpangan
Ketika hatimu harus tentukan pilihan
Lalu hatimu yang sakit kebingungan
Dimanakah jalan menuju ukiran kisahku???

Khayalan yang membuatmu hidup
Kenangan yang sanggupkan engkau bertahan
Meski digerogoti kehampaan
Berjalan diatas jalan kenangan

Menangisi gelapnya malam
Dan engkau tak punya lentera
Untuk sekedar menerangi kakimu
Yang tersandung kerikil dan bebatuan

Menangisi jarak dan jalan berliku
Goyah namun tetap melangkah
Airmatamu membasahi keringnya jalan-jalanmu
Aku menyaksikannya……

Cerita yang terlalu Klise
Ketika engkau tiada dapat menahan hatimu
Untuk seribu kata manisnya
Dan kini kalian sesat

Hidup pada Jalan kenangan
Kisah cinta yang tak pernah temukan kepastian
Dan aku mungkin akan sangat menyesal
Pernah mempertemukan kalian!!!!!

Monday, February 23, 2015

Bagian 2: KISAH CINTA

MIA-RANI
    Kami menjalin sebuah relasi yang indah. Yahh, sebuah kisah yang indah antara hati kami "hati sunny dan hati Mia" .Namanya indah "Mia Rani" , nama yang membuat aku selalu bangun cepat pagi-pagi agar dapat berangkat sekolah bersamanya. Sepersekian detik bersamanya sangatlah berharga bagiku.Setiap harinya adalah kerinduan.
    Pada liburan yang kesekian kalinya di tahun ketiga sekolah kami, aku dan Mia berangkat bersama menuju pulau itu.Pulau yang menjadi saksi dari kisah kami, kenangan-kenangan yang tak akan terlupakan diantara kami berdua. Udara dingin berhembus diatas perairan,Mia kedinginan dan menggenggam tanganku, wajahnya pucat dan badannya gemetar. Takut akan keadaannya akupun mendekapnya agar ia hangat. Dengan lembut ia mengucapkan trimakasih. Namun nada suaranya yang bergetar membuatku sangat khawatir.
    Hujan deras turun mengiringi perjalanan kami, Mia semakin tersiksa dengan cuaca diatas kapal.Kulapisi tubuhnya dengan jaket dan kupererat pelukanku untuk menghangatkannya hingga akhirnya ia mulai merasa hangat dan gemetar tubuhnya berkurang meski agak menggigil. Sesampainya di pulau ia telah ditunggu paman dengan wajah yang begitu khawatir.
    Hampir selama 2 minggu liburan itu ia tidak pernah keluar rumah dan komunikasi kami terputus. Dan selama itu pula aku tersiksa dengan rasa penasaran yang sangat karena sebelumnya tidak pernah begini. Hingga pada suatu pagi sabtu yang cerah ia datang mengetuk pintu, kulihat wajahnya pucat dan lemah, napasnya berat Yang mengejutkanku ,dengan kondisi seperti itu ia mengajakku ke panatapan holong tempat kami biasa menghabiskan hari-hari. Aku khawatir dan hendak mengajaknya pulang, ia sangat berkeras dan aku tak sanggup lagi menolak permintaanya.
    Kugendong tubuh lemah Mia sepanjang perjalanan, sebab terlalu lemah kakinya untuk berjalan. Sepanjang perjalanan ia banyak berceloteh tentang kenangan dan kisah-kisah kami, mengenangkannya dari awal bertemu dan Mia menyatakan betapa ia sangat berbahagia mengenalku dalam hidupnya. Disaat itu, entah kenapa kesedihan menggerogoti hatiku bercampur dengan kekawatiran dengan keadaannya.
    Sesampai disana, ia memaksakan diri untuk berjalan dan aku tak kuasa untuk menolak pintanya lagi. Mia pun berjalan dan membuka kantongan plastik yang sejak tadi telah dibawanya. Sembari menebarkan serbuk-serbuk yang mungkin bibit tumbuhan itu ia menyusuri dataran di pinggiran tebing, dengan sangat khawatir aku mengikutinya dari belakang, menjaga agar Mia jangan sampai terjatuh.
    Sembari berjalan Mia bercerita alangkah indahnya ditahun-tahun mendatang jika tebing panatapan ini dipenuhi dengan bunga-bunga yang mekar dan warna-warna nya yang indah.Lalu disaat matahari mulai terik, Mia terjatuh pingsan.Darah menetes dari hidungnya. sambil menangis dan panik aku menggendongnya pulang. Sesampainya di rumah Pamannya telah menunggu dengan penuh kemarahan. Sebuah tamparan bersarang dipipiku.
    Disaat itulah akhirnya aku tahu, bahwa gadis yang telah kucintai selama ini menyembunyikan dengan rapat semua sakit dan derita yang ditanggungnya dariku dan dengan naifnya selama ini aku berpikir bahwa aku tahu semua tentang Mia.Bersembunyi dibalik keceriaan dan sifatnya itu,memikirkannya membuat aku merasa remuk dan aku merasa kehilangan arah saat aku tahu bahwa aku akan kehilangan Mia.
    Di rumah sakit, aku menungguinya bersama ayah bunda Mia yang begitu terpukul dengan keadaan putri satu-satunya. Masa inilah yang selalu menjadi ingatan yang berkepanjangan dalam hidupku. Aku tidak ingin menangis sebab aku harus kuat untuk menguatkannya tetapi kesedihan ini membuatku tak mampu bertahan hingga aku pergi ke tempat tersembunyi dan menangis meraung-raung disana.
    Suatu waktu disaat Mia menangis dan meronta karena rasa sakit yang begitu menyiksanya, disaat dokter menanganinya tanpa ku sadari air mata menggenang dari pelupuk mataku, aku merasa sesak.Kembali aku tak kuat dan memalingkan wajah dan berlalu dari ruangan itu. Aku tak sanggup. Kala kondisinya tenang ia memanggilku bicara empat mata diruangannya "Mia tersiksa, Mia lelah, Mia ingin pergi". Itu yang Mia katakan disaat aku belum siap melepasnya.
 
BERSAMBUNG

Friday, February 20, 2015

Undangan IPHabornas Mari Bergabung

  MARI BERGABUNG!!!
      
KEPADA SEGENAP PELAJAR YANG ADA DI WILAYAH  TOBA( BALIGE, LAGUBOTI PORSEA ) JUGA TERMASUK SIBORONG-BORONG YANG BERASAL DARI ATAUPUN BERBONA PASOGIT DI HABINSARAN ,BORBOR, NASSAU AGAR BERGABUNG DALAM WADAH ORGANISASI IPHABORNAS

KETERANGAN
Nama Organisasi: IPHABORNAS Balige Sekitarnya(Ikatan Pelajar Habinsaran Borbor Nassau)
Terbentuk           : 10 Oktober 2013
Komisariat          : Sangkarnihuta Sihotang, Balige
Tujuan                : menghimpun "Naposobulung" habinsaran borbor nassau menjadi kesatuan
                            dan menghilangkan pandangan negatif "Sadia Sada Hudon"  dan PH3(Parhuta-Huta Hian)
Pembina             : Bpk. Makmur Pasaribu Mpak.(Guru SMK N 2 Balige) Asal dari Purbatua,Kec.Borbor
Pembimbing        : Kak Geby Marpaung( Karyawan Catsil Balige) Asal Dari Borbor.
Pembimbing        : Bang Jepri Simanjuntak ( STT HKBP P.Siantar) Asal dari Aekunsim, Kec Borbor.                  
Ketua  BPH         : Chandro Pardosi (SMA N 1 Balige) periode 2015

"PARSAORAN DO HANGOLUAN"

IDAMA ,DENGGAN NAI DOHOT SONANGNAI MOLO DUNG PUNGU SAHUNDULAN ANGKA NA MARHAHA MARANGGI( PSALMEN 133:1)

KAMI SELALU MENERIMA DENGAN TANGAN TERBUKA,,, DALAM KESEDERHANAAN,,
DALAM SUKACITA,,

KERINDUAN KAMI ,, SAAT KITA BELAJAR FIRMAN TUHAN DAN SAMA-SAMA BERSYUKUR DALAM ORGANISASI KECIL YANG SEDERHANA INI.





Wednesday, February 18, 2015

Artikel: Sejarah IPHABORNAS

IPHABORNAS Balige Sekitarnya: Sejarahnya Sebagai Kenangan
Oleh: Mardaup J.
        Sekitar tahun 2011 pernah terbentuk sebuah perkumpulan di Balige yang beranggotakan pelajar-pelajar dari tiga kecamatan: Habinsaran, Borbor, Nassau yang bersekolah di Sopusurung,Balige dan basis nya pada saat itu adalah untuk merayakan Natal di beberapa daerah ataupun desa di 3 wilayah kecamatan itu, tak sampai berapa lama kemudian perkumpulan ini berakhir dan tak terdengar lagi , hingga kemudian pada Oktober 2013, saya dan sahabat karib saya Peri Pangaribuan secara tak sengaja memulai sesuatu yang baru yang dapat dikatakan mirip dengan perkumpulan pelajar 2011 tetapi berbeda.


    Pada waktu itu,, sekitar satu bulan sebelumnya saya dan Peri berencana untuk mengumpulkan kawan-kawan satu desa yang bersekolah di Balige, kami perkirakan jumlahnya sekitar 18 orang ketika itu. Niat kami adalah membuat natal bersama di desa kami bersama dengan kawan-kawan lainnya yang bersekolah di  kecamatan Bor-bor. Ketika kami mulai bergerak menghimpun kawan-kawan kami itu, desas-desus sedemikian cepat berkembang, kami tidak tau mengapa. Dan pada hari perkumpulan yang ditentukan ternyata yang datang bukan hanya dari satu desa kami tetapi dari berbagai desa dari wilayah Habinsaran, Borbor dan Nassau, rupanya mereka salah tanggap mendengar desas-desus itu.
    Tetapi, melihat antusias mereka, terlebih siswi-siswi yang dari SMK Negeri 2 Soposurung, Peri dengan sigap mengendalikan situasi dan segera memimpin rapat perdana ketika itu. Pada peristiwa bersejarah itu di Sangkarnihuta Sihotang,Balige jumlah Pelajar yang menghadiri sekitar 100 lebih dari berbagai sekolah yang ada di Soposurung seperti SMK N 2, SMK N 1, SMA N 1, SMA BTB, SMK YASPOR, SMK Karya, SMP 2 dll. Pada saat itu saya terheran dan menilai itu suatu Mujizat. Nahh, pada saat itu, saya akui bahwa Peri Pangaribuan adalah sosok yang pintar dalam pergaulan dan punya jiwa kepemimpinan, sebab pada saat itu dia langsung di pilih sebagai Ketua(sementara) . secara serempak siswi-siswi SMK N 2 yang lebih banyak hadir pada saat itu memilih dia, satu hal lagi Peri juga pintar bergaul.


    Gambar diatas adalah situasi pada Rapat pertama Perkumpulan ini, yang kemudian disepakati namanya "IPHABORNAS Balige Sekitarnya" pada pertemuan berikutnya tanggal 10 Oktober 2013 dengan Peri Pangaribuan sebagai Ketua yang juga menjabat sebagai Ketua Natal karena pada saat itu basis dan proyek yang dituju adalah penyelenggaraan Natal di Beberapa desa di wilayah Habornas(Habinsaran, Borbor, Nassau) dan belum terpikir untuk membuatnya menjadi suatu persekutuan Rohani yang hidup.
    Pada perjalananya yang penuh tantangan, kami berhasil mensukseskan natal di tiga desa: Batunabolon(27 Des 2013), Paridian (28 Des 2013) dan AekUnsim(30 Des 2013) dan Pelayanan yang kami lakukan ini sangatlah melelahkan dan sangat menguras tenaga dan pikiran. Tetapi hasilnya adalah Buah yang segar dan Bunga yang indah . Pada 11 Januari 2014 diadakan pemilihan sekaligus penetapan BPH. Pada saat itu rapat dipimpin oleh Bpk. M.Pasaribu Spd selaku bapak pembina kami dan ketua BPH yang terpilih ketika itu adalah Pardomuan Sianipar. Pada 14 Januari , sebagai syukuran kami pergi kunjungan wisata iman ke TWI Sitinjo, Dairi dan kami menyimpan banyak kenangan yang tersimpan di hati kami masing-masing sepanjang Persekutuan ini berdiri





    Dan tentunya kami akan selalu mengingat satu dengan yang lain meskipun jarak pada suatu ketika akan memisahkan kami. Satu generasi telah berangkat membawa misi IPHABORNAS ke dunia luar perantauan berpencar ke berbagai daerah dan menjalan misi dan cita-citanya masing-masing. Dan kini IPHabornas pada tahun keduanya masih tetap teguh berdiri dan Pardomuan Sianipar sukses mengemban masa kepemimpinannya hingga 11 Januari 2015 digantikan oleh generasi baru Candro Pardosi. Pada 26 Des 2014   Natal mereka sukses di desa Tornagodang dan 27 Des 2014 di Desa Pardomuan Nauli yang dipimpin oleh ketua Natal: Mindo Sagala. IPHABORNAS kini berdiri dengan wajah-wajah baru dan semangat yang juga lebih baru.






    Beberapa waktu lalu saya bersama Bincardo Mares mengunjungi mereka serta berbagi berbagai pandangan dan ilmu yang saya dapat sejak melanjutkan kuliah di P.Siantar. Dan kami berhasil merumuskan Buku Konstitusi dan Lambang IPHABORNAS yang sebelumnya belum pernah dibuat.
    IPHABORNAS Balige kini telah banyak berkembang apalagi sejak adanya kakak pembimbing Ka Geby Marpaung yang selalu peduli dengan keberadaan Organisasi ini. Mudah-mudahan Organisasi yang kami dirikan atas Karya dan Juga Mujizat dan Anugrah Tuhan ini dapat berdiri dengan teguh dan Melahirkan Generasi generasi yang selalu bersyukur dan giat memperdalam iman seperti yang saya mulai bersama Peri dan Kawan-kawan lainnya di awal berdirinya persekutuan ini.
    Sengaja saya menulis Artikel ini untuk dapat dibaca Sahabat-sahabat saya dimanapun berada,juga untuk menyuarakan keberadaan kami sebagai Organisasi yang juga berperan dalam pembangunan kepribadian Generasi bangsa meskipun bersifat kedaerahan,, banyak ilmu yang kami dapat, banyak cinta yang kami temukan, banyak kisah yang kami kenangkan,, banyak pengalaman yang mengajari kami melalui kebersamaan ,melalui persahabatan dan walaupun saya tidak begitu banyak berperan selama saya menjadi anggota,, saya sangat bersyukur untuk lahir di organisasi ini.
Salam Agape........




Tuesday, February 17, 2015

KISAH CINTA

MIA-RANI
 oleh: Mardaup J.

    Berawal dari sebuah senyuman, aku melihatnya dalam cahaya senja ditemani panorama warna merah keemasan matahari di tepi pantai kala itu.
    Hanya seorang gadis cantik dengan tatapannya yang tajam, penuh selidik dan rasa keingintahuan. Hanya seorang gadis dengan tatapan yang menyiratkan semangat yang penuh.
    Sebatas keistimewaan pandangan tanggapanku tentangnya waktu itu,tetapi tanpa dugaan sang takdir juga mempertemukan kami di beberapa waktu kemudian. Keindahannya menjadikan ia pusat perhatian tepat di kelas pertamaku di sekolah lanjutan atas di sebuah kota yang dijuluki kota pendidikan. Dan yang tidak dapat kusangkal, semua mata tertuju padanya.Keajaiban Alam.
    Saat itu dunia adalah keindahan milikku sendiri,seorang penyendiri. Langit biru yang cerah dan desauan angin yang menyejukkan hati dan didalam keheningan dapat kutemukan damai di tempat ini. Jiwa yang sepi,yang berdiam dalam kesendirian dan menikmati senandung dan nyanyian alam. Tetapi, justru jiwa yang kesepian inilah yang selalu diperhatikan olehnya, ditatap dengan penuh selidik dan seolah ingin tahu apa yang kupikirkan dan seperti biasanya juga aku selalu menghindar darinya, dari setiap pertanyaan. Cantik memang tapi Mengesalkan.
    Semuanya berjalan begitu saja hingga akhirnya sang waktu mempertemukan kami di tempat yang berbeda. Mungkin pada saat itu aku harus berterimakasih pada waktu. Sewaktu tiba liburan,dengan kapal aku berangkat menuju Pulau di tengah danau yang disebut salah satu keajaiban dunia ini. Di pulau itu ada kakekku yang dengan kerinduannya telah menunggu kunjungan cucunya sejak lama. Mengingat masa kecilku di pulau ini, ada sebuah tempat yang ingin kukunjungi, tempat dimana Ayah dan Ibu bermain di masa muda mereka, ayah dan ibu menamainya Panatapan Holong, sebuah tempat dimana cinta mereka dipertemukan.
    Sesampainya di sebuah pelabuhan kecil di pesisir pulau yang indah ini, Kakek yang telah di usia senja nya memelukku erat, rupanya tak sabar ia menunggu untuk melepas rindu, telah sejak lama ia menunggu. Sesampainya di rumah kami pun bercengkrama dan menceritakan banyak hal. Seperti aku , kakek juga kesepian, telah lama ia sendiri tetapi ia tidak pernah mau ikut dengan anak-anaknya yang telah sukses di rantau sebab kakek takut kehilangan semua kenangan dalam hidupnya.sebab di pulau inilah terukir panjang sejarah hidup dan kisah yang tak ingin kakek lupakan.
   Keesokan harinya, pada pagi yang cerah dengan semangat aku melangkah menyusuri jalan setapak yang di kiri kanannya dipenuhi semak ilalang dan bunga-bunga liar menuju tempat itu "Panatapan" sebuah tempat pemandangan dibukit yang menghadap langsung ke danau yang luas di bawah sana, panorama yang sangat indah, disitulah Kisah cinta ayah dan ibuku dimulai. Dengan semangat aku melangkah di jalan yang mulai mendaki. Cuaca hari ini agak dingin dan berangin kencang, matahari juga belum menampakkan wajahnya.
    Sesampainya disana, aku tetap terhipnotis dengan pesona alam yang ada dihadapanku walau sudah pernah aku ke tempat ini walau untuk waktu yang cukup lama. Lalu aku mengambil Notes dari saku jaket, ingin menulis sesuatu yang tiba-tiba terlintas di benakku. Sayup- sayup hembusan angin membawa gelombang nyanyian kecil merdu dan aku mencari sumber suara itu.
    Ternyata yang ada disana adalah gadis itu, tak habis rasa terkejutku aku ingin menghindar tapi terlambat dia juga telah melihatku dan melambai memanggil-manggil namaku "Sunny, Sunny". Entah kenapa aku tidak dapat menghindar hingga kakiku tergerak melangkah mendekat padanya. Dengan senyumannya kami memulai percakapan kami. Baru aku tahu bahwa ibunya juga berasal dari pulau ini dan dia datang untuk liburan ke rumah pamannya. Ini ketiga kalinya pertemuan tak terduga ini pikirku. Pertama, Senja waktu itu di pantai danau, Kedua: ternyata ia kawan satu kelasku, Dan inilah pertemuan ketiga tak terduga:Dia juga berasal dari pulau ini atau tepatnya pulau ini adalah kampung kelahiran kami, ia juga lahir disini sama sepertiku.
     Beginilah awalnya kisah ini. Kamipun jadi sering menghabiskan waktu bersama di pulau ini. Liburan waktu itu terasa begitu indah dengannya dan harus ku akui bahwa aku mulai terpesona dengan kecantikannya. Kami sering pergi bersama ke Panatapan, berenang di danau, atau memancing bersama pamannya juga kami sering memasak makanan spesial dirumah untuk kakek. Dan kami akan duduk dan mendengarkan kisah cinta kakek dimasa mudanya. Sesekali kami tertawa mendengar betapa lucunya ternyata seseorang pabila telah jatuh hati. Tiada terasa, kedekatan diantara kami kian semakin akrab.
    Sepulang liburan, di sekolah kami semakin dekat dan selalu bersama, mungkin awalnya aku merasakan keindahan persahabatan tapi ternyata lebih dari itu, aku merasakan kehangatan di hatiku dan keinginanku untuk tetap selalu bersamanya dan takut kehilangannya membuat aku sadar bahwa aku telah jatuh hati padanya. Rasa yang tumbuh tanpa kusadari dan waktu membuktikannya seiring dengan senyumannya yang selalu terbayang, berpadu dalam hatiku, aku berjanji pada diriku untuk selalu menjaganya sepanjang perjalananku.
    Seorang gadis yang telah mengubah hari-hariku dari kesendirian dan kesunyian menjadi hari-hari penuh senyuman, ia mengajak aku keluar dari duniaku.Waktu demi waktu bergulir dan hari demi hari berlalu. Hanya dengan tatapan mata kami saling tahu apa yang kami rasa , aku yakin itu .Dan dengan senyuman kami berbagi Bahagia.......

BERSAMBUNG